Inspiring Teacher, Leader, and Trainer

"Jadilah orang yang dicintai, tebarkan inspirasi pada setiap aksi."

Learning Everywhere, Everytime with Everyone.

"Jadikan setiap kesempatan untuk belajar, cintailah belajar karena dari situ akan belajar mencintai"

Leadership, Communication and Career

"Jadilah pemimpin yang senantiasa memotivasi dan menginspirasi."

Every Student is Special

"Setiap siswa itu spesial, biarkanlah warna mereka berkembang untuk melukiskan masa depannya."

Succes is a Process, Always Optimist and Strugle for it

"Setiap orang berhak sukses, tetap optimis dan lakukan yang terbaik."

Saturday, 30 March 2013

Hakikat Matematika dan Pembelajaran Matematika


Matematika. Bahasan yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Dalam mempelajarinya mencakup banyak aspek yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah dimensi, dalam hidup di dunia ini kita harus mengerti dimensi kita. Dimensi mencakup ruang, dimensi waktu, dimensi usia, dll. Kita harus menyadari dan mengimplementasikan di mana seharusnya kita bersikap sesuai dengan dimensi kita. Karena orang yang paling bodoh adalah orang yang tidak mengerti dimensinya. Jadi, pastikan kita mengetahui kapan, dimana dan dengan siapa kita berbicara karena itu mencakup dimensi kita. Dalam matematika juga mengenal dimensi, dimensi dalam matematika adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan matematika itu sendiri. Jadi kita harus mengenal dimensi kita terlebih dahulu sebelu belajar dan membelajarkan matematika.
Kehidupan di dunia ini sungguh sangat beragam. Ketika kita membaginya, alur perjalanan dunia ini ada dua macam, melingkar dan lurus. Melingkar karena sadar atau tidak kita sadari kehidupan ini ada yang berulang, dari pagi-siang-malam, kembali ke pagi lagi, dan seterusnya. Lurus karena kehidupan yang kita lalui detik ini juga tidak akan kita bisa lalui kembali di waktu yang akan datang. Apabila digabungkan dua unsur kehidupan di dunia, lurus dan melengkung akan membentuk pola spiral yang dinamakan Hermeunitic of Life, yaitu jejak-jejak perjalanan kehidupan (bumi).
Sebelum berbicara lanjut tentang matematika, perlu dibahas terlebih dahulu tentang hakikat pengetahuan. Immanuel Kant menrangkan tentang hakikat Ilmu pengetahuan yang terdiri dari beberapa aspek, antara lain :
Dalam suatu teori yang dikemukakan oleh Imanuel Kant, sifat dasar dari suatu pengetahuan (termasuk matematika) yaitu:
1.         Representation (Gambaran)
Representasi didapatkan dari pengalaman-pengalaman yang sudah dialami sebelumnya yang terekam oleh otak sehingga seseorang akan mampu untuk menceritakan kembali apa yang pernah dilihatnya meskipun orang tersebut tidak melihat lagi secara langsung objek yang diceritakan.  Di tahap inilah dibangun apersepsi (kesiapan) sebelum menuju ke persepsi.
  2.       Perception (Persepsi)
Persepsi adalah penginderaan yang dilanjutkan ke otak untuk diterjemahkan. Dalam melakukan persepsi, seseorang membutuhkan kesadaran penuh agar bisa menghasilkan persepsi yang baik. Ukuran dalam persepsi ditentukan dengan derajatnya, bisa pasif maupun juga aktif. Objek yang diamati dalam hal ini adalah objek yang dapat dilihat atau dirasakan dalam suatu pengalaman (fenomena) dan objek yang tidak terlihat (noumena).             
3.      Knowledge (Pengetahuan)
Suatu pengetahuan didapat dari adanya kombinasi representasi (gambaran) dan persepsi (anggapan). Pengetahuan juga merupakan suatu hasil dari adanya suatu pengalaman dan pemikiran dan sensasi.
4.       Concept (Konsep)
Dalam hubungannya dengan pengetahuan, konsep merupakan suatu susunan atau rangkaian pemetaan dari pengetahuan itu sendiri, dalam hal ini konsep sangat penting dalam peranannya membangun suatu pengetahuan.
5.      Pure (Kemurnian), dan
6.      Judgement (Pengambilan keputusan)
Matematika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan atau menelaah bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan-hubungan di antara hal-hal dalam kehidupan. Untuk dapat memahami struktur-struktur serta hubungan-hubungan tentu saja diperlukan pemahaman tentang konsep-konsep yang terdapat di dalam matematika. Menurut James dan James (1976) dalam kamus matematikanya menyatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai, bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis dan geometri.
Sedangkan menurut Soejadi, matematika adalah pengetahuan tentang struktu-struktur yang logis. Dengan demikian belajar matematika berarti belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam bahasan yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan stuktur-struktur tersebut. Menurut Soejadi, pembelajaran matematika adalah kegiatan pendidikan yang menggunakan matematika sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Salah satu hal dalam pendidikan yang perlu mendapat perhatian adalah terlaksananya pembelajaran yang baik antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran guru berusaha semaksimal mungkin agar materi yang disampaikan dapat ditangkap dan dimengerti oleh siswa yang pada akhirnya siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang berbeda dalam pembelajaran tetapi dua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Dengan kata lain, belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang erat kaitannya. Menurut Slameto belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.Sedangkan mengajar adalah proses menyampaikan pengetahuan dan kecakapan kepada siswa atau proses interaksi antara guru dan siswa.
Seorang guru matematika akan mampu menggunakan matematika untuk membawa siswa menuju tujuan yang ditetapkan, bila ia memahami dengan baik matematika yang akan digunakan sebagai wahana. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu upaya meningkatkan peranan siswa dalam mengkonstruksi konsep-konsep matematika dengan kemampuannya sendiri sedemikian hingga tujuan pembelajaran yang ditetapkan akan tercapai
Dalam membelajarkan matematika, seorang pengajar harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, begitu pula pengajar harus memastikan siswanya sudah siap untuk menerima pelajaran yang akan diajarkan. Diibaratkan dengan suatu daerah yang sudah mempersiapkan mitigasi terhadap bencana (disaster) yang akan menimpa, pasti akan lebih siap menghadapi bencana dibandingkan daerah yang belum siap menghadapi bencana. Begitu pula dengan siswa saat belajar matematika, siswa harus siap untuk belajar matematika, ketika tidak siap dalam belajar matematika maka akan terjadi bencana (disaster) yang akan mengganggu bahkan merusak proses anak memahami matematika. Namun ketika anak siap, maka matematika akan menjadi sesuatu yang menghibur, jadi mereka belajar matematika dengan sepenuh hati.
Hakekat Matematika yang pertama adalah matematika aktivitas pencarian pola dan hubungan, jadi siswa dituntut untuk mencari pola dan hubungan dalam setiap permasalahan matematika. Selanjutnya Matematika aktivitas investigasi, jadi Matematika merupakan aktivitas siswa untuk belajar mengamati setiap permasalahan matematika dengan investigasi. Lalu matematika sebagai aktivitas pemecahan masalah, jelas disini matematika adalah langkah untuk mencari penyelesaian dari suatu permasalahan matematika, siswa dapat mengimplementasikan penyelesaian masalah ini di kehidupan sehari-hari. Dan Matematika komunikasi utama, matematika harus dikomunikasikan dengan baik agar siswa dapat belajar matematika dengan tepat dan tidak salah arah. Matematika yang sempurna itu berada di dalam PIKIRAN kita, sifat absolute hanya dimiliki oleh TUHAN.
Hakikat siswa belajar Matematika adalah siswa akan belajar secara efektif jika mereka mendapat motivasi, seorang guru harus selalu memberikan motivasi kepada siswa agar bisa belajar matematika dengan efektif. Siswa akan belajar Matematika secara individual, siswa akan belajar Matematika dalam kolaborasi dengan orang lain, dan siswa akan belajar Matematika secara kontekstual.
Masalah klasik yang terjadi dalam pembelajaran matematika adalah guru masih menggunakan traditional method dalam membelajarkan matematika, yang menganggap siswa bagaikan empty vassel yang harus diisi dengan pengetahuan oleh guru. Cara ini sering disebut sebagai teacher center. Jadi seolah-olah ada transfer knowledge yang diberikan oleh guru kepada siswa, sehingga hanya terjadi komunikasi satu arah saja. Cara yang seperti ini harus diubah, dengan cara yang inovatif.
Guru harus mengibaratkan siswa itu sebagai benih, sehingga guru hanya memfasilitasi siswa untuk tumbuh berkembang sendiri dan tidak membatasi kreativitas siswa. Jadi, seorang guru tidak boleh semata-mata mentransfer pengetahuan kepada siswanya, harus bisa mengembangkan kreativitas masing-masing siswanya. Jadi siswa akan membangun sendiri dunia matematika mereka, karena sesungguhnya Matematika itu adalah dunia mereka sendiri, jadi kita harus memfasilitasi siswa untuk menemukan matematika mereka sendiri.

Sumber :

 #Gusnandar Yoga Utama

Aktivis Prestatif, Why Not?


Hidup Mahasiswa!!
Pekikan khas yang membakar semangat Kita, seorang Mahasiswa. Meskipun beberapa kalangan memiliki stigma yang negatif terhadap pekikan itu, tetapi ingatlah satu setengah dasawarsa yang lalu, pekikan tersebut yang menjadi alat pembakar semangat mahasiswa di seluruh Indonesia untuk turun ke jalan tanpa memandang sekat-sekat Universitas, suku, warna kulit, maupun agama. Mereka bersatu untuk menegakkan keadilan di Indonesia, memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia hingga mampu menggulingkan kekuasaan yang otoriter dan mencetuskan reformasi di Indonesia. Bukan untuk bernostalgia dengan goresan sejarah masa lalu, hanya ingin sekedar mengingatkan, kita sekarang adalah seorang MAHASISWA yang harus lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekitar kita.

Mahasiswa merupakan status yang dimiliki oleh seseorang yang mengenyang pendidikan di tingkat tinggi. Itu hanyalah pengertian sempit dari Mahasiswa. Pada hakikatnya seorang mahasiswa merupakan peralihan dari siswa menjadi bekerja, dari remaja menjadi dewasa, dari berumur sedang menjadi berpikiran matang.
Ada beberapa tipe mahasiswa bisa kita kelompokkan berdasarkan keseharian mereka. Ada beberapa aktivitas yang membuat mereka dinamakan aktivis, di bidang masing-masing tentunya. Mahasiswa KUPU2 (kuliah-perpus), yang menghabiskan kesehariannya untuk belajar dan belajar. Waktu luangnya digunakan ke perpustakaan menghabiskan buku-buku tebal dan mengerjakan soal-soal. Biasanya cenderung APATIS dengan isu di kampus yang tidak berhubungan dengan nilainya. Mahasiswa KUNANG2 (kuliah-senang2), tidak begitu peduli dengan kuliahnya, yang penting masuk, apalagi dengan isu yang beredar di kampus. Yang penting dapat mengikuti tren dan pergaulan masa kini. Mahasiswa KURA2 (kuliah-rapat), biasa disebut aktivis organisasi, menggunakan waktu luangnya untuk Rapat, berdiskusi, bahkan kadang-kadang sampai aksi di jalan. Ketika nilainya kurang, ia berdalih karena kesibukannya aktif di organisasi. Mahasiswa KUDA (kuliah-dagang), memiliki jiwa entrepeneur yang tinggi, sudah bisa hidup dengan penghasilan sendiri. Dan masih banyak macam aktivitas mahasiswa lainnya. Mari kita renungkan, kita masuk ke dalam aktivis mana??
Banyak yang berpendapat bahwa aktivitas di luar belajar dapat mengganggu raihan prestasi mereka sebagai seorang Mahasiswa. Sehingga banyak dari mahasiswa yang apatis dengan apa yang terjadi di luar dirinya. Padahal ketika kita melihat, aktivitas kita saat menjadi mahasiswa merupakan miniatur kehidupan kita menjadi seorang manusia seutuhnya kelak. Softskill yang kita bangun saat kita menjadi mahasiswa akan sangat berguna di kehidupan kita yang sesungguhnnya, langsung maupun tidak langsung.
Artinya, sebagai seorang mahasiswa kita jangan hanya terpaku pada kesibukan Kuliah, mari kita mengasah softskill dan kepekaan sosial kita dengan aktivitas yang bermanfaat di bidang apapun. Banyak lahan yang bisa kita gunakan untuk berkarya. Bermacam-macam organisasi yang mampu mengembangkan softskill, kepekaan sosial, mengembangkan bakat dan minat, dan religiusitas.
Jangan takut aktivitas akan menurunkan prestasi kita, semakin kita sibuk, maka kita akan belajar untuk mengatur aktivitas dalam keseharian kita dan akan semakin menghargai waktu dalam kehidupan kita. Sudah banyak aktivis yang mampu membuktikan hasil yang memuaskan dalam kuliahnya dan menjadi orang yang meraih keberhasilan setelah kuliahnya. Marilah kita membangun hubungan Linier antara Prestasi Kuliah dan Softskill kita, dan menjadi AKTIVIS PRESTATIF.
Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, oleh karena itu marilah kita memulai membangun kepekaan sosial, peduli lingkungan sekitar dan tidak menjadi orang yang apatis. Belajar berpikir kritis, mari kita bersama-sama mengawal kebijakan yang ada di sekitar kita. Jangan takut untuk menegakkan kebenaran, karena kebenaran harus ditegakkan dimanapun. Marilah kita menjadi Mahasiswa yang mampu memberikan perubahan besar bagi Indonesia, mulai dari diri kita sendiri, karena perubahan besar itu dimulai dari hal yang kecil, dimulai dari diri kita sendiri, dan dimulai dari sekarang juga. Percayalah, perbuatan yang baik itu akan ber-Resonansi dan ber-Simbiosis kepada oranglain, menghasilkan reaksi dan relasi yang Luar biasa positif.
Jangan berhenti untuk belajar, cintailah  belajar karena dari situ kita akan belajar mencintai
Buktikan bahwa FMIPA Luar biasa!
Gusnandar Yoga Utama
Published in Buletin PILAR BEM FMIPA UNY, March 2013

Saturday, 29 September 2012

Aku Seorang Pemimpin! #1



Sebuah novel sederhana, semoga menginspirasi..

Episode#1

Gemuruh suara itu seakan membuyarkan suasana keheningan malam di sekitar Kota Baturetno, kota kecil di daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Ternyata, kota kecil itu diguncang gempa dahsyat, seluruh orang berhamburan keluar mencari tempat yang jauh dari bangunan untuk menghindari reruntuhan.
Begitu pula dengan Aminah, wanita separuh baya itu berpegang teguh pada sebatang pohon Pisang sembari berteriak panik. Suaminya yang sedang bertugas keluar kota, membuat Aminah semakin kebingungan harus melakukan pada waktu itu. Abu Umar, seorang pegawai di Perusahaan swasta memang sering meninggalkan rumah untuk menunaikan kewajibannya sebagai abdi masyarakat.
Gempa pun mereda, Aminah yang tengah hamil tua duduk menenangkan diri sembari menghela nafas lega. Di rumah dinas yang tak terlalu lebar itu, ia tinggal bersama suaminya, jauh dari keluarganya. Satu jam, ketika ditempuh dengan sepeda motor. Tapi sayang, untuk menghidupi keluarga kecilnya, mereka belum sempat membeli sepeda motor, hanya motor butut milik perusahaan suaminya yang bisa mereka gunakan.
Memang sejak setahun ini, Abu Umar dipindah tugaskan ke daerah Baturetno untuk menunaikan tugas disana, “Biar Abu bisa berkembang cepat disana, pangkatnya biar cepat naik.” Kata Pak Rahmat, supervisor perusahaan tersebut.
Abu memang merupakan pekerja keras, anak sulung dari 5 bersaudara ini sejak masa sekolahnya sudah mau ikut bekerja untuk memenuhi kehidupannya. Sebelum sekolah ia sempatkan membantu Ayahnya untuk mencangkul sawah, karena memang ia hanya anak petani musiman. Ia melanjutkan studi k SMK, karena ayahnya tak mampu membiayai untuk Kuliah. Jarak 20 Km tak menjadi rintangan baginya, meski tidak memiliki kendaraan sendiri. Ia juga tak pernah melewatkan Solat sejak masuk SMK. Tak pelak ketika sekarang ia menjadi anak kesayangan di Perusahaannya karena kinerjanya yang Rajin.
Ia menyukai Aminah sejak SD, memang keduanya sudah saling mengenal, karena mereka tinggal di satu desa, hanya dipisahkan sawah yang membentang. Sempat aminah dijodohkan dengan Polisi, Guru, PNS, memang paras Aminah cukup cantik untuk ukuran remaja saat itu. Tetapi Jodoh yang mempertemukan mereka sampai sekarang.
Kehidupan sederhana mereka Jalani di Rumah dinas yang sederhana pula, layaknya seorang pasangan yang sedang merindukan Anak pertamanya, mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk kelahiran Penerus keluarga tersebut. Memang dokter mendiagnosa bahawa anak tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Akhirnya hari yang ditunggu tiba, Minggu pagi, anak sulung mereka lahir di Rumah bersalin di Wonogiri. Sejak seminggu yang lalu memang Aminah sudah pulang ke Wonogiri untuk mempersiapkan kelahiran putra sulungnya. Seluruh keluarga sangat senang sekali melihat kelahiran putra sulungnya.
Yusuf, itulah nama yang terbesit di pundak Abu Umar setelah kelahiran putra sulungnya tersebut. Kehadiran Yusuf membuat kehidupan keluarga Abu Umar menjadi semakin indah. Wajahnya yang lucu membuat semua orang menyukai Yusuf. Tapi, kehadiran yusuf juga membuat Abu Umar harus bekerja lebih keras untuk kehidupan anaknya.
“Yusuf ilang,, Yusuf ilaang”, teriak Ibu Aminah di depan Kamarnya. Yusuf yang tadinya tidur pulas di kasur, tiba-tiba menghilang. Kepanikan mendera rumah tersebut, seisi rumah mencari Yusuf yang tiba2 menghilang. Tidak mungkin ia bisa jalan sendiri di usianya yang masih 5 bulan. Ibu Aminah tak kuasa menahan tangisnya ketika hampir satu jam Yusuf tak ditemukan. Akhirnya, mereka memutuskan memanggil paranormal untuk mencari keberadaan Yusuf, siapa tau dipinjam setan, pikirnya. Memang saat itu masyarakat masih percaya dengan adanya tabib atau dukun di desa mereka.
“Ketemuuu Ketemuuuu” teriak Sri, adik dari Aminah dari kamarnya. Belum sempat mereka memanggil dukun, tapi Sri ternyata sudah menemukan Yusuf. “Oaalaah, Yusuf temangsang tibakke” (oalah, Yusuf ternyata tersangkut). Ternyata, Yusuf tersangkut di Kelambu tempat tidurnya, masih tidur pulas dengan gedong yang masih melilit ditubuhnya. Lucu sekali ketika melihat ia tidur, lesung pipinya menambah orang lain gemas dengannya. “Untung ora ilang, tak kira digondhol Tuyul” kata Ibu aminah sembari tersenyum lega. Yusuf, kecil-kecil sudah membuat orang lain panik. Saat itu Abu Umar sedang tidak berada di Wonogiri, memang setiap hari ia Bekerja di Baturetno, lalu pulang ke Wonogiri, karena Yusuf masih bayi.
Umur 7 bulan, Yusuf dipindahkan ke Baturetno, karena tuntutan tugas dari Abu Umar. Tidak cukup ongkos yang ia gunakan untuk bolak-balik setiap harinya. Akhirnya, dengan motor butut milik Abu Umar, mereka membawa Yusuf untuk menempuh pejalanan hampir dua jam saat itu. Yusuf dikenakan penutup kepala, digendong oleh Aminah sambil membonceng Abu Umar. Nasib yang kurang baik, sampai di tengah jalan ternyata hujan turun. Karena mereka belum punya jas hujan, akhirnya mereka berhenti di emperan warung pinggir jalan. “Wis terang, ayo geg cepet. Selak udan meneh.” kata Abu Umar mengajak untuk bergegas melanjutkan perjalanan saat Hujan mulai mereda.
Lagi-lagi mereka kurang beruntung, motor butut yang dikenakan tidak bisa dinyakalan. Rupanya mlebheg terkena air hujan tadi. Mereka akhirnya pasrah menunggu bantuan, saat itu mereka belum punya HP untuk menghubungi keluarganya. Pertolongan Allah membantu mereka, mobil pick-up milik Pak Jono, tetangga mereka di Baturetno lewat setelah mengangkut padi, akhirnya mereka menumpang mobil itu sampai ke rumah dinasnya. Perjalanan yang harusnya 2 jam, menjadi 5 jam. Kehidupan memang tak bisa diduga dan dinyana.
Yusuf kecil hidup di Rumah Dinas milik Abu Umar di Baturetno. Disana ia diasuh oleh tetangga-tetangganya yang memang dekat dengan kehidupan Ibu Aminah. Kehidupan yang jauh dari keluarga tak membuat Ibu Aminah kesepian, karena orang-orang kini sering main ke Rumah untuk mengajak Yusuf bermain, momong istilah bahasa jawanya. Yusuf kecil terkenal dengan gaya bicaranya yang halus menggunakan bahasa Krama, karena memang aminah mengajarkan Yusuf untuk sopan kepada orang yang lebih tua. Tak ada yang tak suka dengannya.

..bersambung..

Friday, 28 September 2012

Tips-Tips Menjadi Seorang Mahasiswa

Mahasiswa. Sebuah gelar yang disematkan kepada seseorang yang menempuh Jalur pendidikan di Perguruan Tinggi. Menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang, karena hanya sebagian kecil saja masyarakat di Indonesia yang berkesempatan mengenyang Pendidikan Tinggi.
Mahasiswa merupakan pemuda yang seutuhnya, bukan lagi mengenakan pakaian putih abu-abu. Mereka bebas memilih menjadi sebersih-bersihnya Putih, atau sekelam-kelamnya hitam. Seorang mahasiswa identik dengan seabreg waktu luang mereka, karena kehidupan di Kampus tidak seperti di SMA yang selalu berangkat pagi dan pulang siang.
Berikut beberapa Tips menjadi seorang Mahasiswa yang sukses :
1.       Rajinlah Membaca dan Menulis 
Membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, disamping mampu mengusir kejenuhan, dengan membaca kita bisa meningkatkan Kapasitas pengetahuan kita. Bacalah apa saja yang bisa memberikan manfaat. Bisa Novel, Majalah, Sirah, Buku Kuliah, dan buku yang bermanfaat lainnya.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Q.S. Al-Alaq:1).
Ali bin Abi Tholib mengatakan Ikatlah ilmu dengan Mencatatnya. Kebiasaan menulis merupakan kebiasaan yang sangat luar biasa, sangat sedikit orang yang memiliki hobby menulis. Dengan menulis kita bisa mengekspresikan perasaan kita yang mungkin tak bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kita akan tersenyum sendiri ketika melihat catatan kecil kita di waktu silam, dan tulisanlah yang mengingatkannya. Cobalah, kadang suatu kebiasaan itu akan muncul dengan suatu paksaan.
2.       Buatlah Jadwal Kegiatan
Karena mahasiswa terkenal dengan banyak waktu luang yang dimiliki, Jadwal menjadi senjata paling ampuh untuk menata kegiatan agar tidak banyak waktu yang terbuang. Buatlah jadwal keseharian, mulai dari bangun tidur sampai nanti tidur lagi. Dengan begitu, akan menemukan waktu luang dimana dapat memanfaatkannya dengan baik. Dengan jadwal kita juga bisa menentukan waktu yang tepat untuk refreshing, Olahraga, Bekerja, dan Belajar.
Mari memulai hidup teratur.
3.       Pilihlah Lingkungan yang baik
Lingkungan merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keseharian kita. Lingkungan yang baik akan memberikan masukan yang positif pula untuk kehidupan kita. Pilihlah lingkungan yang baik mulai dari Kos/Kontrakan maupun Lingkungan di Kampus.
Bukan berarti kita membeda-bedakan dalam berteman, tapi lihatlah Manfaat dan Mudhorotnya ketika kita bergabung dalam suatu Lingkungan. InsyaAllah banyak sekali lingkungan yang baik yang siap menerima Kita, tinggal bagaimana kita mengalahkan GENGSI dan EGO kita untuk kebaikan kita sendiri.
4.       Milikilah Karakter
Mahasiswa harus berkarakter. Sebagaimana fitrah manusia yang tercipta sebagai makhluk yang unik satu sama lain, sebagai seorang mahasiswa harus memiliki Karakter sendiri. Jangan mudah terhasut oleh rayuan Gemerlap dunia Remaja yang kadang memberikan efek Negatif kepada Kita. Beranilah Berkata TIDAK. Kadang kita masih ragu untuk mengatakan tidak pada sesuatu yang kurang bermanfaat bagi Kita. Jangan ragu untuk Menjadi Orang yang Baik.
5.       Milikilah Inspirator
Inspirator Sejati adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau memberikan contoh yang sangat baik untuk ditauladani. Karena beliau merupakan suritauladan bagi seluruh umat. Namun tidak ada salahnya ketika kita memiliki seorang inspirator yang mampu menambah semangat kita. Sekali lagi, hanya untuk menambah semangat kita dalam meraih Cita-Cita kita. Misalnya, kita terinspirasi menjadi seorang penulis karena Habbiburahman, atau kita terinspirasi menjadi seorang motivator seperti Mario Teguh. Dengan memiliki inspirator, kita dapat lebih bersemangat untuk Berkarya.
6.       Buatlah Target-Target dan Mimpi
Seorang mahasiswa wajib memiliki mimpi, tanpa mimpi kita tak akan pernah memiliki semangat untuk hidup.
Jangan pernah menghiraukan kata-kata orang yang meragukan mimpi kita, karena sesungguhnya itu merupakan bukti bahwa mimpi kita adalah mimpi yang luar biasa.
Setiap orang berhak memiliki mimpi, namun hanya orang-orang yang optimis dan sungguh-sungguhlah yang berhak meraih mimpi tersebut. Hanya orang-orang besar yang berani Bermimpi Besar!

  Just Do the Best and Let Allah take the Rest!
Sekian, semoga Bermanfaat..

Gusnandar Yoga Utama